Pembenihan merupakan awal dari kegiatan budidaya karena semua unit kegiatan akuakultur sangat tergantung dari pasokan benih dari hatchery yang ada dan untuk menjamin keberlangsungan kegiatan pembenihan, pakan alami menjadi faktor yang penting karena nutrisi yang disediakan oleh pakan alami cukup lengkap (protein : 57% dan lemak : 13%) dan sesuai dengan bukaan mulut larva. Salah satu pakan alami yang cukup banyak pemakaiannya dalam industri pembenihan adalah cacing sutera. Lalu bagaimana caranya untuk memelihara cacing sutera? karena untuk membudidayakannya sendiri masih dalam tahap penelitian. Selama ini untuk memelihara cacing sutera masih mengandalkan penangkapan di alam (perairan berlumpur).
Berikut merupakan metode dari petani yg penulis wawancarai secara langsung. Wawancara sendiri dilakukan di alamat Jl.Cimanggu Lamping RT 01/03 No phone (0251) 7103525 rumah kediaman Bapak Yakub.
Rata-rata diproduksi cacing 30 taker, dengan asumsi 1 taker = ±1kg = Rp 7rb.
Bahan yang digunakan sebagai media
Lumpur (tidak berpasir) asal dari Sungai Ciliwung, Manggarai atau sungai-sungai lainnya di daerah Jakarta. Alasan : daerah Bogor kualitas lumpur sudah berkurang.
Media bisa untuk 2 kali pemakaian (penumbuhan cacing).
Metode
1. Lumpur diperoleh dan disimpan dalam bak 3x2 m
(Media cacing tubifex ini berupa lumpur selokan setebal 5 cm yang di campur rata dengan pupuk kandang sebanyak 100 g/m2 atau dedak sebanyak 200 g/m2. Rendam media tersebut selama 3-4 hari. Cara ini dilakukan untuk menyediakan pasokan makanan bagi cacing.Setelah di rendam selama 3-4 hari, aliri media dengan air secara kontinu dengan debit yang kecil (litaratur))
2. Lumpur diendapkan dengan air (sampai tergenang)
3. Tunggu sekitar 1,5-2 jam
4. Ambil cacing dan dipindahkan ke wadah lain
5. Cuci sampai air bersih dengan tujuan menghilangkan/memisahkan cacing dari kotoran
6. Simpan dalam bak+air mengalir
Namun, ada beberapa kendala yang harus diperhatikan, yaitu diantaranya cuaca (hujan), jika kualitas lumpur jelek, maka harus dicari didaerah lainnya, Cacing tidak bisa bertahan lama, maka perlu penanganan yang tepat setelah pemanenan.
Sebagai pakan ikan, maka cacing harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dengan cara disimpan dalam wadah (baskom) diberi aerasi, bisa diberikan Methylen Blue untuk memastikan matinya bibit penyakit (SR cacing dalam wadah dengan atau tanpa MB masih di atas 90%). Jadi, sebaiknya stock cacing hidup ini tidak lebih untuk 7 hari.