Kamis, 24 November 2011

Proses pengkulturan Diatom Skeletonema costatum


Proses Pengkulturan Diatom Skeletonema costatum
Proses pengkulturan ini dilakukan 2 tahap, tahap pertama bertujuan untuk menentukan kurva serta umur panen dari diatom S. costatum pada medium f steril atau Guillard.
 

Tahap 2 yaitu proses Ekstraksi Bahan Antibakteri, dengan metode Naviner
 

Penyakit bakteri pada udang

Beberapa penyakit yang menyerang udang yang disebabkan oleh bakteri, diantaranya:
1. Penyakit udang menyala.
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Umumnya, penyakit ini banyak ditemukan pada musim hujan, yakni ketika salinitas menurun dan terjadi perubahan suhu yang mencolok antara siang dan malam hari. Udang yang diserang biasanya berada pada stadium larva dan pascalarva (baru ditebar di tambak). Gejala udang yang terserang penyakit ini, tubuhnya akan tampak menyala pada malam hari, tubuh lemah, tidak aktif berenang, nafsu makan berkurang, dan muncul bercak merah di sekujur tubuhnya. USaha pencegahan dapat dilakukan dengan memasang saringan di pintu pemasukan air, melakukan pergantian air secara teratur, mengurangi pemberian pakan buatan, lebih banyak memberikan pakan alami, seperti plankton dan artemia. pengobatan dengan antibiotia di dalam bak pemeliharaan larva (di hatchery) dilakukan dengan Chloramphenicol sebanyak 4-10 ppm. Elbasin sebanyak 0,5-1 ppm, dan Erithrochine 1-2 ppm.

2. Penyakit Udang Bengkok
    Penyakit ini menyerang udang pada stadia larva. Ciri-cirinya adalah tubuh larva yang terserang tampak bengkok, gerakan kurang aktif, tubuh dan antenanya berwarna merah, nafsu makan hilang, dan molting tidak sempurna. Penyakit ini disebabkan oelh bakteri dari jenis vibrio. Pencegahan tersebarnya pemyakit ini dilakukan dengan mengawasi kualitas air (menjaga kestabilan suhu dan salinitas) dan memberikan pakan yang bernutrisi tinggi. Pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan antibiotika Chloramphenicol 10 ppm dan Furazolidon 10 ppm.

3. Penyakit cokelat putih pada cangkang
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari jenis penghancur kitin, kemudian diinfeksi oleh bakteri lain, seperti vibrio dan pseudomonas. Gejala serangan pada udang dewasa adalah cangkangnya berwarna kecoklatan. Biasanya diawali dengan terbentuknya bulatan kecil berwarna cokelat kemudian bulatan semakin lebar. Disekitar bercak cokelat terdapat warna putih yang mengelilinginya. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air, memisahkan udang yang terserang, mengurangi kepadatan, dan memberikan pakan yang bermutu. Pengobatan dilakukan dengan merendam udang yang sakit ke dalam larutan Malachite Green 1 ppm atau formalin 25-30 ppm selama 30 menit.

Ir.khairul amri M.Si

Kematian massal ikan budidaya di waduk Cirata

Masalah yang telah terjadi di Waduk Cirata, Sukabumi, tempo lalu mengakibatkan kerugian hingga milyaran rupiah. Hal ini kali ke sekiannya dengan akar permasalahan yang hampir serupa. Terjadinya upwaling di Waduk Cirata mengakibatkan kandungan material non organik naik ke permukaan air dengan membawa sisa-sisa pakan dan juga kotoran ikan dengan kandungan amoniak dan H2S tinggi. Disamping itu, upwaling mengakibatkan turunnya nilai DO pada perairan tersebut.
    Lantas siapa yang patut disalahkan akan kejadian ini?. Tentunya ini adalah tanggung jawab bersama, baik pihak petani ikan secara langsung ataupun pihak luar lainnya seperti pemerintah dan pabrik pakan. Saran yang bisa diberikan adalah dengan adanya pembinaan dari pihak pemerintah mengenai carying capacity area budidaya Waduk Cirata. Teradapat batasan berapa banyak ikan yg harus dipelihara di waduk tersebut dan perhitungan recovery nya kembali lingkungan budidaya waduk cirata, juga diberikan pembinaan cara budidaya ikan yang baik (CBIB).
    kedua adalah masalah pakan. pabrik pakan pun harus ditindak tegas oleh pemerintah. pabrik pakan secara tidak langsung harus memberikan peranannya. tidak semata-mata menjual pakan hanya untuk kepentingan ekonomi saja. Pemerintah harus dengan tegas memberikan pengarahan kepada pelaku budidaya agar menggunakan pakan yg berkualitas, dengan kata lain pakan yg optimal bisa diserap oleh ikan sehingga ampas dari pakan ini dapat diminimalisir. dan jika memungkinkan dilakukan sistem bioflok massal (perlu kajian lanjut).
    Semoga dengan sedikit saran ini, bisa memberikan perubahan yang bermakna. Perlu diingat bahwa kegiatan akuakultur kini juga harus memperhatikan lingkungan, karena dengan lingkungan yang baik juga akan kembali dirasakan oleh para pembudidaya.
Harap masukannya dari pembaca sekalian.

Meningkatkan kinerja komputer

Halo sob, berikut tips yg bisa bantu computer kalian bekerja lebih cepat dari biasanya. Tips ini bakalan sangat membantu terlebih untuk komputer dengan spec rendah, kaya komputer saya, hehe...
Mudah koq, kalian tinggal ikuti intruksi di bawah ini aj Ok...

1. Klik kanan di icon My computer
2. pilih properties
3. Advanced di menu bar atas
4. Klik settings pada menu "Performance"
5. Pada menu Visual Effects, pilih "custom"
6. Un-checklist semua pilihan kecuali 3 terakhir, yaitu :
-Use common tasks in folders
-Use drop shadows for icon labels on the desktop
-use visual styles on windows and buttons
7. atau terserah kalian, tapi pilihan yang "Use drop shadows for icon labels on the desktop" saya sarankan untuk tetap di checklist.

Best Wishes....

Managemen Kesehatan Ikan

Seiring dengan permintaan hasil perikanan dalam jumlah yang lebih besar, hal ini menuntut para pembudidaya untuk meningkatkan hasil produksi, salah satunya dengan skala intensif. Namun perlu diperhatikan bahwa dengan penerapan sistem intensif akan berpotensi menimbulkan penyakit.
    Penyakit bisa terjadi ketika kualitas lingkungan buruk, keterkaitan semua parameter kualitas air dalam wadah budidaya. Maka diupayakan terus tetap dalam keadaan optimal. Sampling setiap hari terhadap media budidaya akan membantu. Selain lingkungan, keberadaan patogen dan kualitas hewan budidaya juga berpengaruh.
    Untuk pencegahan tersebarnya penyakit dari satu daerah ke daerah lain, maka dilakukan karantina ikan. Beberapa tahapan penanggulangan penyakit ikan diantaranya teknik diagnosa cepat, teknik pencegahan penyakit, dan teknik pengobatan.
    Pengobatan penyakit ikan bisa dilakukan dengan penggunaan bahan kimia dan antibiotika. Namun, disamping itu, langkah pencegahan adalah lebih baik sebelum pengobatan. Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan pemakaian vaksin dan imunostimulan juga bisa dengan pemanfaatan bakteri probiotik. Selain itu, langkah pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan perbaikan kualitas air dengan jalan penggunaan filter biologi atau dengan proses bio-remediasi.

Beternak Cacing Sutera

    Pembenihan merupakan awal dari kegiatan budidaya karena semua unit kegiatan akuakultur sangat tergantung dari pasokan benih dari hatchery yang ada dan untuk menjamin keberlangsungan kegiatan pembenihan, pakan alami menjadi faktor yang penting karena nutrisi yang disediakan oleh pakan alami cukup lengkap (protein : 57% dan lemak : 13%) dan sesuai dengan bukaan mulut larva. Salah satu pakan alami yang cukup banyak pemakaiannya dalam industri pembenihan adalah cacing sutera. Lalu bagaimana caranya untuk memelihara cacing sutera? karena untuk membudidayakannya sendiri masih dalam tahap penelitian. Selama ini untuk memelihara cacing sutera masih mengandalkan penangkapan di alam (perairan berlumpur).
    Berikut merupakan metode dari petani yg penulis wawancarai secara langsung. Wawancara sendiri dilakukan di alamat Jl.Cimanggu Lamping RT 01/03 No phone (0251) 7103525 rumah kediaman Bapak Yakub.
Rata-rata diproduksi cacing 30 taker, dengan asumsi 1 taker = ±1kg = Rp 7rb.

Bahan yang digunakan sebagai media
Lumpur (tidak berpasir) asal dari Sungai Ciliwung, Manggarai atau sungai-sungai lainnya di daerah Jakarta. Alasan : daerah Bogor kualitas lumpur sudah berkurang.
Media bisa untuk 2 kali pemakaian (penumbuhan cacing).

Metode
1.    Lumpur diperoleh dan disimpan dalam bak 3x2 m
(Media cacing tubifex ini berupa lumpur selokan setebal 5 cm yang di campur rata dengan pupuk kandang sebanyak 100 g/m2 atau dedak sebanyak 200 g/m2. Rendam media tersebut selama 3-4 hari. Cara ini dilakukan untuk menyediakan pasokan makanan bagi cacing.Setelah di rendam selama 3-4 hari, aliri media dengan air secara kontinu dengan debit yang kecil (litaratur))
2.    Lumpur diendapkan dengan air (sampai tergenang)
3.    Tunggu sekitar 1,5-2 jam
4.    Ambil cacing dan dipindahkan ke wadah lain
5.    Cuci sampai air bersih dengan tujuan  menghilangkan/memisahkan cacing dari kotoran
6.    Simpan dalam bak+air mengalir

Namun, ada beberapa kendala yang harus diperhatikan, yaitu diantaranya cuaca (hujan), jika kualitas lumpur jelek, maka harus dicari didaerah lainnya, Cacing tidak bisa bertahan lama, maka perlu penanganan yang tepat setelah pemanenan.
    Sebagai pakan ikan, maka cacing harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dengan cara disimpan dalam wadah (baskom) diberi aerasi, bisa diberikan Methylen Blue untuk memastikan matinya bibit penyakit (SR cacing dalam wadah dengan atau tanpa MB masih di atas 90%). Jadi, sebaiknya stock cacing hidup ini tidak lebih untuk 7 hari.

Kamis, 17 November 2011

Biarawati naik taxi

Seorang biarawati menyetop taxi lalu naik untuk pergi kesatu tempat. Selagi di perjalanan, sopir taxi melihati si biarawati itu terus melalui kaca spionnya. Merasa risih, biarawati itu bertanya dengan hati-hati... "Mas sopir, mengapa melihati saya terus seperti itu ??" Si sopir tersenyum malu dan berkata, "begini lho suster...saya punya fantasi....maaf ya...saya ingin mencium seorang biarawati....." "Oh begitu tho !! nggak masalah deh mas sopir mencium saya, kalo itu memang memberikan berkat sukacita bagi mas sopir, tapi saya punya syarat yaitu mas sopir masih single" kata si biarawati. Sang sopir langsung bersemangat, "iya...iya saya single ". Kemudian taxi itu berhenti di jalan sepi, si sopir mencium si biarawati, lalu merekapun melanjutkan perjalanan kembali. Tapi tiba-tiba si sopir menangis terisak-isak sambil berkata... "ihik....ihik...maafkan saya suster, saya merasa berdosa... sebenarnya saya sudah menikah ". Mendengar itu sang biarawati tersenyum bijak dan berkata, "sudahlah mas sopir, nggak papa kok. Saya juga berdosa. Nama asli saya Jono & saya sedang dalam perjalanan menuju pesta halloween."