Kamis, 17 November 2011

Kebutuhan Nutrisi Maturasi Induk Udang

  Induk udang membutuhkan kandungan nutrisi lebih untuk proses pematangan sel telur dan juga sperma. Terlebih dari itu induk udang dengan kualitas yg prima akan menghasilkan anakan yg juga memiliki kualitas yg baik. Selain dengan rekayasa genetik untuk menghasilkan turunan bebas penyakit (SPF) dan tahan terhadap penyakit (SPR) juga ditentukan oleh kualitas nutrisi pakan.
    Kebutuhan akan nutrisi yg tinggi yg terkandung dalam pakan segar alami seperti halnya cumi, kerang-kerangan/moluska, dan cacing polychaete sudah selayaknya kita sediakan dalam bentuk ransum pakan buatan khusus untuk maturasi induk. Sehingga nutrisi penting yg dibutuhkan akan tetap tersedia bagi induk udang.
    Intinya adalah selama proses maturasi induk dibutuhkan energi pakan yg dapat menopang perkembangan sel telur induk udang betina dan sel sperma induk jantan menjadi matang.Sehingga pada tahap perkembangan telur, pakan menjadi penyumbang nutrisi yang terpenting. Kandungan nutrisi tsb diantaranya :

1. Lemak, komponen nutrisi penting untuk perkembangan ovarium, terutama asam lemak tak jenuh tinggi (n-3 HUFA) dan fosfolipid. Kandungannya dalam pakan akan lebih tinggi 3% dari pakan grower.

2. Protein, sintesi protein meningkat secara intensif selama proses pematangan gonad. Disarankan bahwa profil asam amino pakan hidup dapat menyediakan profil asam amino yg mendekati kebutuhan induk udang.

3. Karbohidrat, meskipun tidak banyak perannya dalam pakan induk, karbohidrat dapat dimanfaatkan sbg sumber bahan pakan dan pengikat (binders) yg ekonomis, dan mungkin dapat berperan dalam transport nutrisi dalam hemolimp.

4. Vitamin dan Mineral, defisiensi vit. E berkaitan dengan sperma yg abnormal pada udang putih Litopenaeus setiferus. Vit.E juga berguna dalam perbaikan laju penetasan telur, juga berperan sbg antioksidan alami dalam kuning telur. Tingginya laju penetasan juga dikarenakan tingginya kandungan asam ascorbat (vit.C) dalam pakan. Vit. D berperan penting dalam hal metabolisme kalsium dan fosfor utk krustase. Defisiensi atau ketidakseimbangan mineral dapat berpengaruh negatif pada reproduksi krustase dan berperan dalam resorpsi oosit, penurunan daya reproduksi, dan kualitas telur.

5. Karotenoid, khussunya astaksantin merupakan antioksidan yg paling kuat dan berperan penting dalam perlindungan cadangan nutrisi induk udang dan perkembangan embrio dari kerusakan karena oksidasi. Juga berperan sebagai agen pigmen dalam embrio dan larva bagi perkembangan kromatofor dan mata, dan sbg prekursor vit.A, karena ketidakmampuan udang mensintesis karotenoid. Penurunan kualitas naupli udang telah dikaitkan dengan hilangnya pigmentasi dalam ovarium L. vanname. Penambahan  2% paprika sbg sumber karotenoid yg murah dalam pakan segar (cindangan cumi, kerang, atau cacing polikaeta) efektif dalam memperbaiki sintasan naupli ke fase zoea 2. Penambahan astaksantin sebanyak 50 mg/kg ke dalam pakan telah meningkatkan produksi telur induk udang Penaeus monodon.

6. Hormon, Keberhasilan pemberian biomass artemia utk pakan induk udang dikarenakan keberadaan hormon spesifik atau rantai analog peptida dari artemia yg cocok dan dibutuhkan oleh udang. Keunggulan cacing polikaeta sbg pakan utk maturasi induk dikarenakan kandungan hormon metil farnesoat yg dpt meningkatkan kinerja reproduksi.


sumber: disadur dari tulisan Agung Sudaryono Ph.D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar