Kamis, 24 November 2011

Kematian massal ikan budidaya di waduk Cirata

Masalah yang telah terjadi di Waduk Cirata, Sukabumi, tempo lalu mengakibatkan kerugian hingga milyaran rupiah. Hal ini kali ke sekiannya dengan akar permasalahan yang hampir serupa. Terjadinya upwaling di Waduk Cirata mengakibatkan kandungan material non organik naik ke permukaan air dengan membawa sisa-sisa pakan dan juga kotoran ikan dengan kandungan amoniak dan H2S tinggi. Disamping itu, upwaling mengakibatkan turunnya nilai DO pada perairan tersebut.
    Lantas siapa yang patut disalahkan akan kejadian ini?. Tentunya ini adalah tanggung jawab bersama, baik pihak petani ikan secara langsung ataupun pihak luar lainnya seperti pemerintah dan pabrik pakan. Saran yang bisa diberikan adalah dengan adanya pembinaan dari pihak pemerintah mengenai carying capacity area budidaya Waduk Cirata. Teradapat batasan berapa banyak ikan yg harus dipelihara di waduk tersebut dan perhitungan recovery nya kembali lingkungan budidaya waduk cirata, juga diberikan pembinaan cara budidaya ikan yang baik (CBIB).
    kedua adalah masalah pakan. pabrik pakan pun harus ditindak tegas oleh pemerintah. pabrik pakan secara tidak langsung harus memberikan peranannya. tidak semata-mata menjual pakan hanya untuk kepentingan ekonomi saja. Pemerintah harus dengan tegas memberikan pengarahan kepada pelaku budidaya agar menggunakan pakan yg berkualitas, dengan kata lain pakan yg optimal bisa diserap oleh ikan sehingga ampas dari pakan ini dapat diminimalisir. dan jika memungkinkan dilakukan sistem bioflok massal (perlu kajian lanjut).
    Semoga dengan sedikit saran ini, bisa memberikan perubahan yang bermakna. Perlu diingat bahwa kegiatan akuakultur kini juga harus memperhatikan lingkungan, karena dengan lingkungan yang baik juga akan kembali dirasakan oleh para pembudidaya.
Harap masukannya dari pembaca sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar